This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

Pertanyaan seorang penjahat



hai semua...????
perkenalkan aku seorang penjahat.,
yang lelah terdiam karena tiada pahlawan yang mampu bertindak adil
yang juga kecapaian melihat orang orang yang suka menilai orang lain
aku mencari seorang pahlawan..
ada yang tau tentang pahlawan..???
atau ada ngga yang tau tentang siapa itu penjahat..???
bagaimana rupa penjahat..???
bagaimana kelakuan penjahat..??
apakah orang yang banyak bicara itu penjahat..??
orang yang memebunuh juga disebut penjahat..???
atau mungkin musuhmulah yang kau sebut penjahat..???
mungkin sekelompok pencabul atau anak jalanann adalah penjahat..???
atau bahkan sang pendekte juga disebut penjahat...??
sebagian orang dan anak juga menganggap guru dan orang tuanya penjahat..,,
lalu seperti apa penjahat..???
atau memang ternyata kitalah penjahat itu..,,
menghianati orang lain,memusuhi orang lain,menjustifikasi orang lain
menegatifkan diri sendiri dan orang lain.,,

hei jangan diam saja..!!!
jawablah seperti apa penjahat..???
atau jangan jangan yang suka menilai orang lain juga penjahat,..???
terlepas dari positif atau negatif penilaian itu..
atau mungkin kalian yang diam saja juga penjahat...???
tiada berani menyatakan kesalahan orang lain agar dia beajar.,,
tuhan.....!!!
jawablah pertanyaanku...!!!!
pertanyaan seorang penjahat.,,

Jumat, 11 Mei 2012

mohon pamit ibu


Karya:Aditia Perdana Habibie






Maafkan aku ibu.

Aku tak mengabarimu saat kepergianku.

Bersama pemuda-pemudi yang berjuang tuk  ibu pertiwi.

Di saat padi ini tak memutih untuk kecukupan hidup.

Dan banyak pula yang tak  mungkin bisa hidup.

Karna tergilas roda tajam si kerah putih itu!.

                 

          Lihatlah masa lalu ibu.

          Kala itu sawah menguning sekedar untuk membungkam kosongnya perut.

          Meski kadang aku bertanya pada tangisan senja.

          Apakah kita dan hidup kita cukup sampai disini?.

          Menggarap sawah,menuai hasil,namun semuanya nihil!.
 


Dari dulu kita memang terhimpit,ibu.
 

Apalah daya seorang miskin di pinggiran desa.

Kita ditunggangi layaknya mesin tak kenal waktu.

Dan kini aku kian sadar,ibu.

Kita semakin tergilas roda tajam itu!.

Bahkan kitapun terhimpit oleh kosongnya perut.

Yang mau tak mau kita harus bertahan hidup!

Bahkan kita harus berebut untuk secuil bulir padi,ibu.

Walau keringat ini berubah menjadi darah.

Dan perlahan kita akan tergilas mati!!

 

                Entah setan apa yang mengkaluti fikiran kerah putih itu,ibu.

                Aku tak tega ibu,aku sungguh tak tega melihat mereka tersiksa.

                Melihat mereka diseret dan diperlakukan seperti hewan najis!

                Lalu siapakah yang saat ini yang layaknya hewan najis,ibu!

 

Maafkan aku ibu.

Relakanlah dan biarkanlah darah juangku,Darah juang kami para pemuda pemudi.

Yang saat ini diujung kebebasan.

Berikan kami restumu,ibu.

Kamis, 19 April 2012

Dari Ibu Seorang Demonstran


Dari Ibu Seorang Demonstran

Ibu telah merelakan kalian
Untuk berangkat demonstrasi
Karena kalian pergi menyempurnakan
Kemerdekaan negeri ini"

Ya, ibu tahu, mereka tidak menggunakan gada
Atau gas airmata
Tapi langsung peluru tajam
Tapi itulah yang dihadapi
Ayah kalian almarhum
Delapan belas tahun yang lalu

Pergilah pergi, setiap pagi
Setelah dahi dan pipi kalian
Ibu ciumi
Mungkin ini pelukan penghabisan
(Ibu itu menyeka sudut matanya)

Tapi ingatlah, sekali lagi
Jika logam itu memang memuat nama kalian
(Ibu itu tersedu sedan)

Ibu relakan
Tapi jangan di saat terakhir
Kau teriakkan kebencian
Atau dendam kesumat
Pada seseorang
Walapun betapa zalimnya
Orang itu

Niatkanlah menegakkan kalimah Allah
Di atas bumi kita ini
Sebelum kalian melangkah setiap pagi
Sunyi dari dendam dan kebencian
Kemudian lafazkan kesaksian pada Tuhan
Serta rasul kita yang tercinta

pergilah pergi
Iwan, Ida dan Hadi
Pergilah pergi
Pagi ini

(Mereka telah berpamitan dengan ibu dicinta
Beberapa saat tangannya meraba rambut mereka
Dan berangkatlah mereka bertiga
Tanpa menoleh lagi, tanpa kata-kata)

Pidato Seorang Demonstran




Mereka telah tembak teman kita
ketika mendobrak sekretariat negara
sekarang jelas bagi saudara
sampai mana kebenaran hukum di Indonesia

Ketika kesukaran tambah menjadi
para menteri sibuk ke luar negeri
tapi korupsi tetap meraja
sebab percaya keadaan berubah
rakyat diam saja

Ketika produksi negara kosong
para pemimpin asyik ngomong
tapi harga-harga terus menanjak
sebab percaya diatasi dengan mupakat
rakyat diam saja

Di masa gestok rakyat dibunuh
para menteri saling menuduh
kaum penjilat mulai beraksi
maka fitnah makin berjangkit
toh rakyat masih terus diam saja

Mereka diupah oleh jerih orang tua kita
tapi tak tahu cara terima kasih, bahkan memfitnah
Kita dituduh mendongkel wibawa kepala negara
apakah kita masih terus diam saja?