This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 08 April 2012

SEBERKAS KAH PANCASILA ?

SEBERKAS KAH PANCASILA ?

Pada era pergeseran jaman dari nenek moyang ke modernisasi terdapat poin penting yang perlu diperhatikan. Hal ini mengenai keadaan pasar yang mengalami konstruk sosial. Dalam bentuk apapun barang tersebut, di Indonesia telah banyak tempat penting yang dikuasai salah satunya adalah kompartemen produsen. Yang sudah tidak di huni oleh orang pribumi yakni rakyat Indonesia. Mereka telah di bentuk mind setnya ke dalam jurang degradasi.

Dinamika kehidupan makin nampak dalam pemproduksian benda yaitu dinamika perilaku transaksi jual beli yang sangat intens. Dari transaksi tersebut muncul adanya ketergantungan bagi konsumen. Disini konsumen disebut ketergantungan jika tidak pernah sama sekali menghasilkan atau memproduksi barang yang dapat bermanfaat. Yang terjadi pada bangsa Indonesia bagaimana, Apakah sekonsumtif seperti itu ataukah tidak konsumtif dan produktif ?

Kondisi seperti itulah yang menjadi salah satu faktor adanya kesenjangan sosial. Terdapat perilaku yang saling bersaing dalam bentuk benda. Sehingga hanya memperhitungkan mana yang lebih mahal, walaupun sedikit banyak pemikiran seperti itu muncul dan kita telah tidak sadar bahwa mind set produktif kita telah terancam punah. Bahkan malignanya sampai ke degradasi mental. Rasa keingintahuan untuk berproses semakin terkikis karena sudah terbentuk mind set of practical.


Masih di dalam konteks konstruk sosial bahwa beberapa kondisi yang terjadi pada unsur sosial masyarakat yaitu pada dasarnya terdapat berbagai ras dan budaya di Indonesia yang menjadi acuan baik perilaku, norma, kebiasaan, dan karakter. Semakin banyak ras maka semakin banyak pula keanekaragaman yang muncul. Dasar yang membentuk baik pola fikir dan perilaku salah satunya adalah environment. Entah pemeluk agama, penghayat, penganut faham, dan fanatik terhadap ekosistem. Pernah juga terdengar bahwa Karl Mark seorang tokoh sosial asal Jerman, membagi masyarakat menjadi 2 bagian yaitu Borjuis dan Ploletar. Pekerja yang bekerja pada Bos tidak terlepas dari aturan yang menjadi wewenang bagi Bos. Hal tersebut adalah analogi sederhana dari kehidupan yang pada aturan negara yaitu UUD 45 bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih, kehidupan yang layak, SDA yang dikelola oleh manusia itu sendiri untuk kelangsungan hidup. Sehingga munculah problematika yang bertolak belakang dengan aturan tersebut. Ada satu contoh yaitu munculnya FPI dan PERDA Syariat yang ikut serta mengatur jalannya hukum negara berlandaskan agama. Nurani dari semua agama sebenarnya menginginkan kedamaian dan kesejahteraan. Namun tanpa pandang bulu landasan hukum Indonesia telah bergeser menjadi nomor yang kesekian. Tidak hanya di sebut rasis namun juga agama entertainment. Dampak yang terjadi adalah keanekaragaman nusantara sudah pucat.

Berbagai macam bentuk dari konstruk sosial selalu terjadi dengan hitungan detik. Tinggal bagaimana benar-benar memahami memanusiakan manusia. Sampai saat ini senjata yang dipegang adalah pancasila        
 

Sabtu, 07 April 2012

Memotivasi Diri



Jargon “Hidup Mahasiswa” atau “Hidup Rakyat Indonesia” tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Secara pribadi saya rasa jargon tersebut sudah dikabulkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Mahasiswa dan rakyat Indonesia sudah berhasil untuk hidup. Sesuai dengan pengertian “Hidup”, hidup adalah ketika seseorang mampu bernafas, bermetabolisme, bereproduksi, dsb. Kata hidup tentulah merupakan  kesuksesan besar yang selalu diteriakkan oleh mahasiswa dengan berapi-api dan terbukti sudah berhasil serta terlaksana.

Tetapi, sudah barang tentu sebagai manusia tidak hanya ingin sekedar hidup. Dan saya rasa permasalahan bangsa kita, yang dikatakan sedang sakit oleh seorang Budayawan , adalah terletak pada kualitas kehidupan.

Hidup adalah masalah yang tidak sulit, dengan makan sampah, manusia bisa hidup. Tetapi,memiliki kualitas kehidupan yang baik adalah masalah lain.

Oleh karena itu diperlukan bentuk kata lain yang mencerminkan targetan sebenarnya yang ingin dicapai. Sudah saatnya saya mengganti dari sekedar hidup, menjadi suatu kualitas yang lebih tinggi. Sudah saatnya saya melangkah, sudah saatnya saya bergerak dan meningkatkan targetan saya. Sudah saatnya saya bergerak menuju kejayaan, karena sebagai mahasiswa bukan  hanya sekedar hidup yang saya inginkan untuk diriku dan bangsaku tetapi KEJAYAAN.

“Jayalah Mahasiswa, Jayalah Bangsa Indonesia”
Salam Mahasiswa..!!

EOP_18/03/12

Ketika Hati yang Bersuara



Berita tentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM  menjadi perbincangan yang panas dalam sepekan terakir di seantero negeri. Asumsi subsidi BBM dalam APBN 2012 sebesar Rp. 123,6 T dan jika harga BBM tidak menaikkan menjadi Rp. 178,62 T. Terlepas jika harga BBM bersubsidi tidak di naikkan  APBN akan jebol atau tidak. Yang menjadi pertanyaan, apakah uang Negara mau dihabiskan untuk mensubsidi BBM saja ?, apakah subsidi BBM benar-benar dinikmati mereka yang berhak ?.

Ambil perbandingan dalam ruang lingkup regional ASEAN, harga BBM Indonesia termasuk murah.  Malaysia +/-  Rp. 5700, Singapura +/- Rp. 12000, Vietnam +/-  8000, Filiphina +/-  8500. Indonesia memang Negara penghasil minyak, namun untuk mencukupi kebutuhan konsumsi BBM  dalam negeri tidak mencukupi, 50 % harus impor. Mau tidak mau , tentu Indonesia dalam penentuan harga BBM dalam negeri menyesuaikan dengan harga internasional. Masalah itu melanggar UU ( kata yang kontra kenaikan harga BBM ), UUD saja bisa  di amandemen, tentunya UU bisa di revisi.

Alasan pemerintah menaikkan harga BBM  dengan tujuan untuk pembangunan bangsa. Dari pada uang Negara dihabiskan untuk mensubsidi BBM tapi tidak tepat sasaran  ( hasil riset 70% dinikmati mereka yang tidak berhak, 15% diselundupkan ) lebih baik digunakan untuk progam lain yang lebih pro rakyat.

Kenaikan harga BBM pasti berdampak dengan naiknya harga (barang dan jasa) lain nya. Dan tentunya yang sangat merasakan kalangan menengah ke bawah. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah memberikan  kompensasi berupa BLSM selama april-desember 2012. Untuk sementara waktu, bisa dikatakan progam itu cukup tepat. Namun untuk selanjutnya, perlu dipikirkan secara matang untuk membuat kebijakan yang benar-benar pro rakyat dan berkontinyuitas.

Pro kontra kenaikan harga BBM tidak bisa dipisahkan dari nuansa politis. Politik itu ibaratnya seperti timbangan, kalau ada yang di atas ada yang di bawah. Kalau ada partai yang citra nya di atas ada partai yang citra nya di bawah. Bagaimana cara nya partai yang citra nya di bawah bisa menjadi di atas ?, caranya dengan menekan, bisa dengan membuat isue atau mengkritik. Dalil pernyataan di atas adalah sebuah adegium politik yang menyatakan bahwa politik yang benar adalah yang membicarakan isue bukan membicarakan tentang kinerja.

Terlepas dari pro kontra kenaikan harga BBM, perubahan suatu Negara ( entah itu restorasi/reformasi/revolusi) selalu di awali dengan perang pemikiran dan perjuangan politik ( yang di dalam nya terdapat berbagai aktifitas yang diarahkan untuk menyerang system, serta memahamkan rakyat tentang system seperti apa yang akan dibangun untuk menggantikan  sitem lama) dan itulah yang menjadi aktifitas utama untuk memutus tali kepercayaan rakyat kepada penguasa. Aktifitas-aktifitas itulah yang tertoreh manis dan terukir dalam sejarah. Mulai reformasi ’98 di Indonesia, hingga revolusi di Mesir dan Libya.

Salam Mahasiswa..!!

EOP_27/03/12

Kamis, 05 April 2012

Under Construction